Aceh Besar – Komitmen MTsS Al-Manar dalam membangun budaya riset di lingkungan madrasah kembali terbukti melalui kiprah dua tim terbaiknya pada gelaran Madrasah Young Researchers Award (MYRA) 2025. Kedua tim tampil pada sesi presentasi penilaian dengan membawa inovasi berbasis sains yang relevan dengan isu keberlanjutan dan kesehatan masyarakat.
Ajang MYRA 2025, yang merupakan kompetisi riset pelajar tingkat nasional di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, menjadi wadah bagi siswa madrasah untuk menampilkan kreativitas berbasis penelitian. Pada tahun ini, MTsS Al-Manar mengirimkan dua tim yang sama-sama bergerak di bidang Matematika, Sains, dan Pengembangan Teknologi.
Edible Film: Terobosan Kemasan Pangan Masa Depan
Tim pertama, yang terdiri atas Master Amirush Shalihin, Iklil Hafiz, dan Muhammad Hafiz, membawakan penelitian berjudul “Pembuatan Edible Film Sebagai Tren Kemasan Pangan Masa Kini dan Berkelanjutan.” Penelitian ini berangkat dari keresahan terhadap tingginya penggunaan plastik sekali pakai dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya.
Dalam presentasi yang berlangsung sekitar 7 menit, tim memaparkan proses formulasi edible film berbahan dasar pati alami yang dapat terurai secara hayati. Mereka menampilkan tahapan ekstraksi bahan baku, uji kuat tarik, uji elastisitas, hingga potensi daya simpan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film memiliki peluang besar sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan, terutama untuk produk pangan siap saji.
Pembimbing tim, Tikarahayu Putri, S.Pd., M.Si., mengapresiasi kerja keras siswanya yang dinilai mampu menyajikan penelitian secara terstruktur dan ilmiah.
“Mereka menunjukkan pemahaman yang matang mengenai isu keberlanjutan. Inovasi edible film ini membuktikan bahwa peserta didik MTs pun dapat menyumbangkan solusi bagi permasalahan lingkungan,” ujar Tika.
Kopi Sehat Bebas Kafein dari Biji Kurma
Sementara itu, tim kedua yang beranggotakan Zikra Zakiyatul Hafizah, Syadza Miracle Fakhira, dan Syakira Nabila, tampil dengan penelitian bertajuk “Pemanfaatan Biji Kurma sebagai Bahan Baku Kopi Sehat Bebas Kafein.” Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya minat masyarakat terhadap minuman sehat tanpa kandungan kafein tinggi.
Dalam pemaparannya, tim menjelaskan proses pengolahan biji kurma mulai dari pembersihan, penimbangan, penyangraian, penggilingan, hingga penyeduhan. Mereka juga melakukan uji organoleptik untuk menilai aroma, rasa, warna, dan tingkat penerimaan konsumen. Hasilnya, menunjukkan bahwa kopi biji kurma memiliki aroma khas yang menyerupai kopi tradisional namun tetap aman bagi konsumen yang sensitif terhadap kafein.
Pembimbing tim, Maulidar, S.Pd., menyebut bahwa penelitian ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk minuman fungsional.
“Anak-anak mampu memadukan kreativitas dengan isu kesehatan masyarakat. Produk kopi bebas kafein dari biji kurma ini sangat mungkin dikembangkan sebagai komoditas baru yang bernilai,” tutur Maulidar.
Wujud Komitmen Madrasah pada Dunia Riset
Kepala MTsS Al-Manar menyampaikan bahwa partisipasi dua tim tersebut merupakan wujud keseriusan madrasah dalam menguatkan kemampuan riset peserta didik. Melalui bimbingan rutin, fasilitas laboratorium, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif, madrasah menargetkan semakin banyak karya inovatif yang lahir dari tangan para siswa.
Keikutsertaan kedua tim juga diharapkan dapat menginspirasi peserta didik lainnya untuk lebih dekat dengan dunia sains dan penelitian. MYRA bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter ilmiah dan keberanian untuk berinovasi.
Dengan performa presentasi yang solid dan hasil penelitian yang relevan, dua tim MTsS Al-Manar berhasil menegaskan posisi madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang aktif mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menghasilkan karya berdampak bagi masyarakat umum.
Narator : Alghifarys
Editor : Alghifarys











Leave a Reply