Aceh Besar – Kegiatan penelitian Madrasah Young Researchers Aceh (MYRA) tahun ini kembali menjadi wadah pengembangan kompetensi ilmiah bagi peserta didik MTsS Al-Manar. Salah satu tim yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah Tim MYRA Putra, yang tengah menyelesaikan penelitian bertema “Pembuatan Edible Film sebagai Tren Kemasan Pangan Masa Kini dan Berkelanjutan”. Penelitian ini dibimbing oleh Ibu Tikarahayu Putri, S.Pd., M.Si., guru IPA MTsS Al-Manar.
Setelah merampungkan tahap studi literatur, penyusunan rancangan eksperimen, serta serangkaian uji coba awal, tim kini memasuki fase krusial yaitu proses pengujian laboratorium. Proses ini bertujuan untuk memastikan keandalan formula edible film yang mereka kembangkan, baik dari aspek fisik, kimia, sensori, maupun lingkungan.
Rangkaian Pengujian Secara Detail
- Uji Ketebalan dan Konsistensi Struktur
Pengukuran ketebalan dilakukan menggunakan mikrometer digital untuk mengetahui keseragaman sampel. Setiap sampel diuji tiga kali untuk memastikan keakuratan data. Formulasi bahan menunjukkan pengaruh besar terhadap fleksibilitas dan elastisitas film.
- Uji Kekuatan Tarik (Tensile Strength Test)
Film dipotong dalam ukuran tertentu kemudian diuji dengan alat tensile sederhana. Pengukuran meliputi titik putus, elastisitas, dan ketahanan terhadap tekanan. Kombinasi plastikizer alami tertentu terbukti memberi pengaruh positif pada daya rentang film.
- Uji Kelarutan dalam Air dan Minyak
Penelitian ini menguji sampel dengan perendaman dalam air dingin, air panas, serta minyak. Beberapa formulasi memiliki kestabilan tinggi pada minyak namun lebih cepat larut di air bersuhu tinggi, menunjukkan perbedaan karakteristik bahan penyusun.
- Uji Permeabilitas terhadap Uap Air
Sampel ditempatkan pada wadah beruap air untuk melihat kemampuan film menghambat kondensasi. Hasil awal menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara film dengan kadar hidrokoloid rendah dan tinggi.
- Uji Organoleptik
Panelis kecil yang terdiri dari guru dan siswa melakukan penilaian terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur film. Sebagian besar memberikan penilaian positif, meskipun beberapa sampel masih perlu disempurnakan dari segi kejernihan warna.
- Uji Ketahanan Suhu
Pengujian suhu dilakukan pada kondisi panas dan dingin. Film cenderung stabil pada suhu rendah, namun beberapa formulasi mengalami pengerutan pada suhu panas, menandakan perlunya penyempurnaan komposisi.
- Uji Biodegradasi
Sampel ditanam dalam tanah lembap untuk melihat proses degradasi alami. Film dengan komposisi organik penuh menunjukkan degradasi yang lebih cepat dibandingkan sampel lain, memperkuat potensi edible film sebagai pengganti plastik ramah lingkungan.
Guru pembimbing, Ibu Tikarahayu Putri, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim:
“Saya melihat perkembangan luar biasa dari para siswa selama proses pengujian ini. Mereka tidak hanya mengikuti prosedur dengan baik, tetapi juga semakin kritis dalam membaca data dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil penelitian. Saya berharap pengalaman ini tidak hanya berhenti pada lomba, tetapi menjadi bekal penting bagi mereka dalam berpikir ilmiah dan peduli terhadap lingkungan.”
Ibu Tikarahayu juga menambahkan:
“Penelitian edible film ini sangat relevan dengan isu global tentang pengurangan plastik sekali pakai. Saya bangga karena siswa mampu mengembangkan inovasi sederhana namun berdampak.”
Seluruh data hasil pengujian telah dicatat dalam berbagai tabel, grafik, serta dokumentasi visual. Tim akan melakukan analisis lanjutan untuk menentukan formula terbaik, menyempurnakan laporan akhir, dan mempersiapkan presentasi untuk tahap evaluasi MYRA berikutnya.
Kepala MTsS Al-Manar menyampaikan dukungan penuh kepada tim dan berharap hasil penelitian ini dapat memberi inspirasi terhadap program riset madrasah pada tahun-tahun mendatang.
MTsS Al-Manar – Menginspirasi, Mengabdi, dan Berprestasi.
Narator : Alghifarys
Editor : Alghifarys









Leave a Reply