Aceh Besar − Perpustakaan erat kaitannya dengan kegiatan membaca buku, budaya membaca maupun minat baca. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai pihak untuk terus mendorong, mengembangkan dan meningkatkan budaya minat membaca para peserta didik di lembaga satuan pendidikan. Termasuk salahsatunya adalah perpustakaan MTsS Al-Manar.
MTsS Al-Manar terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran bagi siswa melalui pemanfaatan fasilitas yang ada. Salah satu fasilitas penting yang digunakan adalah perpustakaan madrasah, dibuka secara lebih luas untuk mendukung pembelajaran di madrasah. Perpustakaan tersebut tidak hanya sebagai tempat untuk membaca buku saja, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar yang interaktif dan inovatif.
Di perpustakaan MTsS Al-Manar tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk mengakses buku-buku teks dan referensi yang ada, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang menyatukan berbagai kegiatan belajar siswa. Ruang perpustakaan yang luas dan nyaman disulap untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan.
Dalam pengunaannya, perpustakaan terbuka untuk berbagai kegiatan pembelajaran, baik yang bersifat mandiri maupun yang terstruktur. Setiap siswa dapat mengakses berbagai sumber belajar yang telah disediakan. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan ruang untuk belajar mandiri, diskusi kelompok, presentasi, hingga kegiatan literasi yang melibatkan siswa dalam proses kreatif. Pembelajaran ini diharapkan dapat mengarahkan siswa untuk lebih aktif dalam mencari dan menggali informasi dari berbagai sumber yang ada, serta membangun keterampilan literasi yang sangat penting di era digital ini.
Di jumpai tim humas, Kepala Perpustakaan MTsS Al-Manar, Cut Raihan Miski, S.IP., menjelaskan perpustakaan sebagai pusat kegiatan pembelajaran yang tidak hanya menyediakan berbagai jenis koleksi buku, tetapi juga menjadi tempat yang sangat nyaman bagi perkembangan keterampilan siswa.
“Perpustakaan adalah tempat terlengkap dengan informasi dan pengetahuan, yang tidak hanya terbatas pada buku saja, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang mendukung pembelajaran. Dengan begitu, perpustakaan lebih terbuka untuk pembelajaran, siswa juga dapat lebih maksimal dalam menggali pengetahuan mereka. Kami juga berusaha menghadirkan suasana yang nyaman dan kondusif agar mereka merasa betah untuk belajar hingga bereksplorasi dengan ide dan kreativitasnya.” − ujar Cut Raihan.
Cut Raihan menambahkan bahwa perpustakaan di MTsS Al-Manar telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas digital, seperti komputer dengan akses internet yang dapat digunakan untuk mencari referensi online (materi belajar, artikel, jurnal, dan lainnya) dan mengakses materi pembelajaran berbasis teknologi, serta juga menyediakan beberapa layanan, seperti ruang baca, area diskusi, serta fasilitas multimedia untuk presentasi atau pemutaran materi pembelajaran berbasis audiovisual.
Dengan demikian, pemanfaatan perpustakaan secara maksimal untuk pembelajaran terpusat seperti perluasan koleksi buku, pemeliharaan fasilitas yang ada, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi di kalangan siswa. Namun, ia juga optimis dengan kerjasama yang baik antara pihak madrasah, siswa, dan guru dapat mewujudkan peningkatan kualitas perpustakaan itu sendiri.
Dengan pemanfaatan perpustakaan yang lebih terbuka dan interaktif, diharapkan MTsS Al-Manar dapat menciptakan generasi yang cerdas dan memiliki keterampilan literasi yang mumpuni. Perpustakaan sebagai pusat pembelajaran terpusat kini menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
Narator : Alghifarys
Editor : Alghifarys









Leave a Reply