Aceh Besar − MTsS Al-Manar kembali mengukir prestasi di bidang kepramukaan, kali ini guru sekaligus anggota pembina pramuka MTsS Al-Manar terpilih mewakili Indonesia pada event Raimuna Internasional “The 16th World Scout Moot 2025” yang akan diselenggarakan di negara Portugal pada 25 Juli – 3 Agustus 2025 mendatang.
Sosok yang dimaksud adalah Fera Maulida. Ia merupakan salahsatu alumni dan juga guru di MTsS Al-Manar, serta menjadi anggota pembina pramuka di madrasah. Dunia kepramukaan sudah tidak asing lagi baginya. Hal ini berdasarkan rekam jejak keikutsertaannya dalam berbagai event perlombaan kepramukaan dimulai sejak menjadi siswa dan juga alumni hingga statusnya menjadi guru aktif sekarang.
Kepala MTsS Al-Manar, Enri Maulidi, S.Pd.I., Gr., M.Ag mengatakan, keberhasilan siswanya tersebut merupakan hasil perjuangan yang sangat panjang, selain diharuskan mengikuti berbagai seleksi yang ketat, dari tingkat kabupaten/kota yang diselenggarakan Kwarda Aceh.
Ternyata, lanjut Enri, Fera mampu menjadi peserta terbaik putri dan berhak mewakili Kabupaten Aceh Besar mengikuti seleksi tingkat provinsi. Hingga berlanjut seleksi yang sangat berat dan menentukan di tingkat provinsi yang diselenggarakan Kwarda Aceh untuk golongan Penegak-Pendega pada Sabtu sampai dengan Selasa, tanggal 6 – 9 Juli 2024 di Unit Diklat Pertanian dan Perkebunan Saree, Aceh Besar.
“Alhamdulillah, Fera Maulida telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, dan berhasil mewakili Kwarda Aceh ke The 16th World Scout Moot di Portugal,” ujarnya.
Enri juga berpesan agar Fera dan seluruh unsur warga madrasah lainnya (Siswa, Alumni, dan Guru) harus menjadikan momen ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya dan terus menggali prestasi-prestasi di tingkat dunia.
“Saya bangga dengan proses perjuangan dan bersyukur atas prestasi yang telah diraih, sehingga dapat lolos seleksi mewakili Indonesia menuju pramuka tingkat dunia di Portugal mendatang. Selamat untuk guru kami Fera Maulida dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung guru MTsS Al-Manar ini. Mari kita jaga tradisi prestasi di MTsS Al-Manar. Sekali lagi, selamat untuk guru kami Fera Maulida dan teruslah berbuat yang terbaik,” ungkap Enri.
Hal senada juga disampaikan Pembina Pramuka MTsS Al-Manar, Fadhlun Akbar, S.Sy dan Luthfa Arini, S.Pd yang menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.
Selain menjadi pengalaman baru, Fera diharapkan bisa memanfaatkan peluang untuk belajar sekaligus menjalin konektivitas dengan anggota pramuka lain dari seluruh dunia.
“Berikan yang terbaik, ukir sejarah dan pengalamanmu di sana serta ambil ilmu sebanyak-banyaknya. Ketika di sana hingga kembali ke Indonesia nanti, saya berharap Fera dapat menyebarkan ilmu dan pengalaman yang didapat dalam kegiatan pramuka. Karena, manfaatnya tentu tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk anggota pramuka madrasah khususnya dan juga masyarakat pada umumnya,” harapnya.
Sementara itu, Fera Maulida mengaku, momen ini menjadi kebanggaan bagi saya, sekaligus mimpi yang menjadi kenyataan. Saya mendapatkan kesempatan untuk dapat berkumpul bersama dengan anggota pramuka seluruh dunia di negara Portugal.
“Alhamdulillah, saya sangat senang karena bisa menjadi peserta pada seleksi World Scout Moot – Portugal 2025 ini, dan tentunya saya berterima kasih kepada keluarga saya, para dewan guru yang telah memberikan dukungan, bimbingan serta doa sehingga bisa lulus pada seleksi ini. Semoga saya tetap mampu membawa nama baik MTsS Al-Manar, Kabupaten Aceh Besar maupun Aceh di tingkat dunia,” kata Fera.
Semoga kedepannya Pramuka MTsS Al-Manar bisa lebih maju sampai ke kancah dunia, Aamiin. Trust the process, because the process makes progress and progress is one step to success. Keep moving
Sebelumnya, World Scout Moot merupakan kegiatan pertemuan tingkat dunia untuk usia pramuka penegak/pandega, jika di Indonesia bernama Raimuna. Peserta harus berusia 18-25 tahun pada saat acara berlangsung. Untuk pramuka yang telah berusia 26 tahun ke atas dapat mengambil bagian sebagai staf sukarelawan di Tim Layanan Internasional (International Services Team/IST). Kegiatan ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali di negara yang berbeda sebagaimana ketetapan yang telah diambil oleh World Organization of the Scout Movement bersama para anggotanya/National Scout Organization.
Editor : Assayuthi, A.Md.







Leave a Reply