Kisah Inspiratif : Guru MTsS Al-Manar Farahlina Hanum Terpanggil PPG Batch-II 2025

Aceh Besar − Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program yang menjadi impian bagi para guru di madrasah, baik PNS maupun Non-PNS. Dari puluhan bahkan ratusan guru madrasah yang ada di Kabupaten Aceh Besar, kesempatan emas ini selalu dinantikan setiap tahunnya. Ada yang berhasil mendapatkannya, ada pula yang tertunda.

Bagaimana tidak? PPG merupakan awal nasib bagi guru madrasah untuk mendapatkan sertifikasi. Dedikasi guru yang berkonsentrasi mengajar pada madrasah akan terbayar dengan sertifikasi. Tentunya ini merupakan kontribusi dan dedikasi yang telah lama dilalui oleh tenaga pendidik.

Keberhasilan penantian mengikuti PPG ini setidaknya dirasakan oleh seorang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia asal MTsS Al-Manar, yaitu Farahlina Hanum, S.Pd. Beliau berhasil memperoleh kesempatan untuk mengikuti PPG batch-II yang digelar pada Juni s/d Agustus 2025 dan bertempat di LPTK Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Karena pertimbangan jarak domisili dan efisiensi anggaran, PPG yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI ini berlangsung secara online. Farahlina harus mengikuti program PPG selama hampir 2 bulan dan diakhiri dengan ujian kelulusan.

Farahlina menyampaikan kegembiraannya lantaran bisa mengikuti PPG ini. Sebuah tahapan yang sudah ia nantikan sejak 16 tahun mengajar mapel Bahasa Indonesia di MTsS Al-Manar, Aceh Besar. Bagi perempuan yang berusia 38 tahun ini, PPG adalah proses yang ia syukuri dan sangat dinantikan oleh para guru lain pada umumnya. Meskipun tidak berstatus PNS dan hanya guru kontrak, namun sebagai tenaga pendidik tetap harus semangat dalam hal mengajar para siswa.

“Saya mendedikasikan diri mengajar pada MTsS Al-Manar sejak tahun 2009. Selama 16 tahun saya mengabdi di madrasah ini sebagai guru kontrak/honorer. Alhamdulillah, tahun 2025 ini tiba saatnya diberi kesempatan untuk mengikuti program PPG Dalam Jabatan (Daljab) Kemenag 2025,” – ungkap Farah.

Keinginan untuk mengembangkan potensi diri dan mengubah nasib sebagai seorang guru tak berhenti di situ. Tujuan Farah mengikuti PPG ini bukan semata-mata ingin mendapatkan sertifikasi. Namun ia berharap, PPG ini akan meningkatkan kompetensi dan menambah wawasannya sebagai guru mapel bahasa indonesia.

“Walaupun sudah lama mengajar, saya merasa masih perlu belajar lagi. Perkembangan zaman (iptek) begitu pesat saat ini, tentunya ada hal-hal baru yang harus saya pelajari untuk peningkatan kualitas mengajar saya kepada siswa. Termasuk literasi dalam moderasi beragama yang saat ini tengah digencarkan oleh Kementerian Agama,” – jelas Farah.

Dengan mengikuti PPG ini, ia berharap akan bisa memberikan yang terbaik untuk anak didiknya dan juga bisa menginspirasi guru lainya untuk tetap semangat dalam proses mengajar serta bisa ikuti jejaknya dalam program PPG ini atau program (kompetensi guru) lainnya.

Narator : Admin
Editor : Admin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content