Aceh Besar – Dalam meningkatkan kompetensi, guru diharuskan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengikuti berbagai pelatihan, termasuk diantaranya yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelatihan yang dimaksud adalah Pintar Kemenag RI dengan Platform MOOC (Massive Open Online Course). Proses pelatihan tersebut berlangsung secara daring melalui Akun masing-masing yang telah di registrasi, bisa melalui Laptop/PC dan juga Mobile/Handphone.
Dalam pelatihan periode bulan september ini, terpantau ada dua guru MTsS Al-Manar yang mengikuti pelatihan Pintar Kemenag ini. Mereka diantaranya adalah Rajes Akbar, S.Pd.I., Gr., M.Ag. dan Saudah, S.Pd., M.Pd., selaku guru mata pelajaran Bahasa Arab. Keduanya mengikuti pelatihan ini disela waktu istirahat saat proses pembelajaran di kelas, Selasa (16/09/2025).
Rajes Akbar, guru yang berstatus teladan ini terlibat aktif dalam program pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Agama. Tercatat, ia sudah 12 kali ikut pelatihan pintar kemenag ini setiap periodenya. Setiap dibuka pendaftaran, selalu diikuti hingga selesai. Bahkan, ia juga mengajak guru lainnya untuk ikut pelatihan yang sama.
“Saya sangat antusias untuk dapat berkontribusi dan meningkatkan kompetensi pembelajaran yang saya miliki. Tentunya dengan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Melalui pelatihan ini, saya berharap dapat memberikan yang terbaik dan dukungan pembelajaran yang efektif untuk madrasah, serta juga mengajak guru lainnya agar lebih aktif lagi mengikuti berbagai pelatihan yang serupa dan lainnya,” – jelas Rajes penuh semangat.
Sementara itu, Saudah juga tidak ketinggalan dalam mengikuti pelatihan yang relevan dengan tugas mengajarnya. Ia telah mengikuti pelatihan tentang cara menyusun makalah best practice, yang diharapkan akan meningkatkan kualitas materi pembelajaran yang disampaikan kepada siswa. Disamping itu, pada pelatihan periode ini Saudah juga ikut mempelajari lebih dalam terkait pelatihan yang berhubungan dengan literasi pembelajaran.
“Dengan memahami konsep literasi pembelajaran dan keterampilan membaca, saya berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memastikan bahwa setiap siswa dapat meraih potensinya secara optimal,” tuturnya.
Kepala MTsS Al-Manar, Enri Maulidi, S.Pd.I., Gr., M.Ag., menyambut baik partisipasi aktif para guru dalam pelatihan-pelatihan tersebut. Hal ini bertujuan agar para guru lebih mengutamakan keahliannya dalam proses pembelajaran dan kegiatan lainnya.
“Komitmen dan semangat para guru dalam mengikuti pelatihan ini patut diacungi jempol. Sebab ini merupakan cerminan dari dedikasi mereka untuk meningkatkan mutu pendidikan di MTsS Al-Manar. Saya pribadi mengharapkan bahwa hasil dari pelatihan ini dapat diimplementasikan secara optimal dalam proses pembelajaran sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa dan madrasah,” − pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, MOOC merupakan bagian program dari implementasi kebijakan prioritas Kementrian Agama. MOOC adalah platform pelatihan-pelatihan mandiri berbasis digital. Pelatihan tersebut dapat diikuti oleh ASN, Non ASN, P3K dan masyarakat. Disamping itu, dengan MOOC dapat menjangkau peserta pelatihan mulai dari ratusan ribu hingga jutaan peserta pelatihan.
Oleh karena itu, ada beberapa keuntungan yang didapatkan dengan adanya pelatihan Pintar Kemenag RI ini. Pertama, guru bisa memilih pelatihan yang sesuai keinginan atau kebutuhan. Kedua, waktunya bisa disesuaikan dengan keluangan waktu masing-masing guru dengan tenggang waktu yang sudah ditentukan (6 hari) sehingga tidak mengganggu jam mengajar. Ketiga, sertifikatnya berlaku untuk syarat pencairan tunjangan. Semoga semua guru berhasil lulus mengikuti pelatihan dan yang terpenting ilmunya bermanfaat.
Narator : Alghifarys
Editor : Alghifarys









Leave a Reply