Tingkatkan Kualitas Pendidikan, MTsS Al-Manar Laksanakan Program Supervisi Pembelajaran

Aceh Besar – Salah satu instrumen penting dalam pendidikan madrasah adalah peran guru dalam proses pembelajaran terhadap peserta didiknya. Maka dari itu, MTsS Al-Manar menggelar program supervisi pembelajaran. Program tersebut rutin dilaksanakan 4-6 kali dalam setahun, termasuk tahun ajaran 2025/2026 ini. Kegiatan ini digagas langsung oleh Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Madrasah bidang kurikulum. Yang menjadi sasaran supervisi ini adalah guru mata pelajaran pada madrasah.

Kegiatan supervisi pembelajaran tahap I di MTsS Al-Manar dijadwalkan dan dilaksanakan pada tanggal 04 s/d 09 Agustus 2025. Seluruh guru memperoleh jadwal kunjungan supervisi pembelajaran oleh kepala madrasah, didampingi wakil kepala madrasah bidang kurikulum serta supervisor lainnya. Dalam kegiatan supervisi ini, Enri Maulidi, S.Pd.I., Gr., M.Ag., selaku kepala madrasah mengamati secara langsung proses pembelajaran di dalam kelas untuk kemudian memberikan catatan, masukan dan penilaian kepada guru yang disupervisi.

Kepala Madrasah, Enri Maulidi, S.Pd.I., Gr., M.Ag., mengatakan bahwa setiap guru mempunyai kewajiban yang sama ketika masuk kelas yaitu memberikan pelajaran yang bermakna bagi siswa, tidak hanya ketika akan disupervisi saja. Guru bertanggung jawab penuh atas apa yang diajarkannya, berikan pembelajaran terbaik bagi siswa.

“Dengan supervisi pembelajaran di kelas, kita dapat mengetahui apa kendala atau kekurangan serta permasalahan yang dihadapi guru di kelas, sehingga ada kesempatan untuk mengatasinya,” – katanya saat lakukan supervisi pada salah satu kelas VII E.

Sementara itu, salah satu guru mapel bahasa arab Serly Ariska, Lc., mengatakan rasa senang dan bangganya ketika dilakukan supervisi oleh kepala madrasah, hal tersebut sangat bermanfaat baginya untuk mengevaluasi metode pembelajaran yang sudah dilaksanakan dan sejauh mana pembelajaran itu bisa diterima oleh para siswa, serta kita dapat mengetahui hal-hal yang perlu dibenahi. Sehingga kegiatan proses belajar mengajar (PBM) berjalan dengan baik, dan menghasilkan lulusan yang membanggakan,” − pungkasnya.

Ketika diwawancara oleh kamad, Serly menjelaskan bahwa dalam proses pembelajaran yang ia lakukan di kelas VII E, mapel bahasa Arab, dengan materi mengenal هذا/هذه dan ذالك/تلك sebagai Isim Isyarah (kata tunjuk). Ia menggunakan metode langsung (Thariqah Al-Mubasyirah) dan metode komunikatif.

Kegiatan supervisi ini semestinya dilaksanakan minimal 4 kali dalam setahun, dua kali supervisi administrasi dan dua kali supervisi pembelajaran. Dalam hal ini, supervisi administrasi dan supervisi pembelajaran memiliki fokus dan tujuan yang berbeda. Supervisi administrasi berfokus pada aspek-aspek administratif yang mendukung pembelajaran, seperti pengelolaan data, dokumen, dan fasilitas sekolah. Sementara supervisi pembelajaran menitikberatkan pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar di kelas, termasuk kinerja guru dan interaksi siswa.

Narator : Admin
Editor : Admin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content