Persiapan Akreditasi, MTsS Al-Manar Gelar Rakor dan Pembacaan Rapor Pendidikan Bersama Pengawas

Aceh Besar – Awali tahun pelajaran 2025/2026, MTsS Al-Manar menggelar Rapat Koordinasi dengan seluruh instrumen madrasah. Adapun pihak yang terlibat diantaranya: kepala madrasah, wakil kepala, pengawas madrasah, dewan guru dan tenaga kependidikan madrasah. Kegiatan rakor ini berlangsung di ruang meeting room MTsS Al-Manar, Aceh Besar (Jum’at, 25/07/2025).

Kegiatan ini dipandu oleh Wakamad Kurikulum, Saifullah, S.Pd., yang bertindak sebagai moderator sekaligus notulis rapat, serta terdapat 2 pemateri : Darwati, S.Ag., sebagai pengawas madrasah dan Suwarni, S.Pd.I., M.A., sebagai asesor madrasah. Mereka melakukan pendampingan analisis rapor pendidikan pada MTsS Al-Manar. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat serta menganalisa sejauh mana pencapaian madrasah dengan peningkatannya. Hal ini juga akan dilakukan evaluasi setiap tahunnya.

Kepala MTsS Al-Manar, Enri Maulidi, S.Pd.I., Gr., M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan rakor ini merupakan agenda penting bagi intrumen madrasah dan juga analisis rapor pendidikan ini bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian hasil belajar siswa selama satu tahun pelajaran, setelah dilakukan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Pada kesempatan ini, pengawas madrasah, Darwati, S.Ag., memberikan arahan penting terkait pelaksanaan ANBK dan pengisian Sulingjar sebagai bagian dari komponen keempat, yakni Iklim Lingkungan Belajar. Beliau juga melakukan pemeriksaan rapor pendidikan madrasah khusus di tahun 2025 berupa rapor AKMI dan ANBK. Darwati menjelaskan bahwa, terdapat empat aspek kompetensi yang diukur pada AKMI yakni literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya. Sedangkan ANBK hanya mengukur dua aspek yakni literasi dan numerasi. Hasil AKMI dan ANBK berupa rapor pendidikan pada masing-masing madrasah tentunya dapat menjadi landasan utama dalam meningkatkan mutu madrasah.

Lebih lanjut, Darwati menambahkan “untuk mengatasi rendahnya nilai pada rapor AKMI dan ANBK maka guru haruslah mengajar berbasis literasi. Guru yang sudah menggunakan metode pembelajaran berbasis literasi maka akan mudah membuat soal hots. Karena endingnya anak harus bisa dan terbiasa mengerjakan soal yang memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Untuk itu, harus ada gerakan literasi di setiap madrasah,” jelas Darwati.

Narator : Admin
Editor : Admin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content